8/28/2022

MENGAPA KFC LEBIH UNGGUL DARI MCD ASIA

Di Asia, KFC jauh lebih unggul daripada McDonald’s. Pelanggannya hampir dua kali lebih banyak dari pesaingnya. Tentu saja ada alasan di fenomena ini. KFC adalah pelopor di pasar fast-food Asia. Mereka membuka outlet pertamanya di Filipina pada tahun 1966. Sejak saat itu, KFC telah tersebar ke berbagai penjuru Asia. Namun, alasan KFC sukses bukan hanya karena berapa lama franchise ini bertahan, tapi KFC juga memuaskan selera orang-orang dengan menggabungkan elemen lokal dan produk andalan mereka. Sebut saja ayam briyani ala KFC di Sri Lanka, donat udang di Thailand, dan bahkan Natal di Jepang pun terasa tidak lengkap tanpa satu bucket ayam KFC Antara KFC dan McDonald’s pun tidak melulu persaingan. Mereka saling belajar dan memengaruhi perkembangan masing-masing. McDonald’s pun mulai menjual menu-menu khas Asia. Ketika popularitas KFC mulai menurun di negara asalnya, KFC tetap bersinar di pasar internasional. Kesuksesannya di Asia terjadi karena satu hal utama: menjadi pendengar yang baik.

8/28/2022

MENGAPA KFC LEBIH UNGGUL DARI MCD ASIA

Di Asia, KFC jauh lebih unggul daripada McDonald’s. Pelanggannya hampir dua kali lebih banyak dari pesaingnya. Tentu saja ada alasan di fenomena ini. KFC adalah pelopor di pasar fast-food Asia. Mereka membuka outlet pertamanya di Filipina pada tahun 1966. Sejak saat itu, KFC telah tersebar ke berbagai penjuru Asia. Namun, alasan KFC sukses bukan hanya karena berapa lama franchise ini bertahan, tapi KFC juga memuaskan selera orang-orang dengan menggabungkan elemen lokal dan produk andalan mereka. Sebut saja ayam briyani ala KFC di Sri Lanka, donat udang di Thailand, dan bahkan Natal di Jepang pun terasa tidak lengkap tanpa satu bucket ayam KFC Antara KFC dan McDonald’s pun tidak melulu persaingan. Mereka saling belajar dan memengaruhi perkembangan masing-masing. McDonald’s pun mulai menjual menu-menu khas Asia. Ketika popularitas KFC mulai menurun di negara asalnya, KFC tetap bersinar di pasar internasional. Kesuksesannya di Asia terjadi karena satu hal utama: menjadi pendengar yang baik.

Watch more

Asian Horror Implies Misogyny Is Thriving

What Asian horror movies have proven is that there is nothing scarier than a woman, free from her shackles, wreaking havoc on society to get justice. Why is the ghostly, vengeful woman such a prevalent trope, and how does it represent misogyny across Asian cultures? From the infamous virgin ghost, to the seductive “femme fatale” archetypes, there are consistent depictions of the vengeful female spirit throughout Asian stories. The pale, long black-haired woman in a white dress is the scariest ghost of all. While these characters might begin as victims, they become terrifying villains, making it difficult to sympathize with their pain. It’s the unfair deaths these female characters experience that turn their spirits into monsters that are feared and not souls free to rest. There is little understanding of their suffering, or even their existence, mirroring the reality of many. It’s possible this trope persists because scary stories have often been the only outlet to name the violence women face. In patriarchal societies that view women as subservient, many women die in unfair suffering: murder, death connected to sexual assault, and forced suicide. Asian horror has evolved to incorporate deeper commentaries about women’s issues over time like marital anxiety, dissociative identity disorders, and becoming a widow. But irrespective of final outcome,being abused and thus vengeful continues to be the most natural character foundation of Asian women in horror stories and films.

Watch more

X

Trailer

MENGAPA KFC LEBIH UNGGUL DARI MCD ASIA